Inilah yang pasti kalian alami saat ujian. Kalian seperti itu pasti karena sebuah benda yang kita sebut "NILAI".
Kerja keras kalian hanya demi sebuah angka yang nanti ditulis di raport. Inikah yang menjadi patokan keberhasilan ujian?
![]() |
| Ujian, HUUUUHHHH |
Masalahnya, pelajar justru akan hanya berfokus pada nilainya nanti. "Orang tua saya pengen nilai bagus." "Malu sama pacar kalau nilai jelek". Benar, motivasi awal pelajar dalam menempuh ujian adalah mengenjar nilai setinggi mungkin.
"Kejarlah cita-citamu". Kalimat inilah yang seharusnya menjadi motivasi awal sukses ujian. Mungkin kita akan sulit merubah pola pikir pelajar tentang nilai, karena lingkungan mendukung pola pikir itu. Banyangkan, pelajar A adalah anak yang pandai, namun saat ujian, A sedang tidak enak badan, nilainya pun turun. Lingkungan segera memberi cap bahwa A adalah anak bodoh. Ilmu yang didapat A selama ini tidak dihargai karena uniaj selama 2 jam saja. Pelajar B kurang pandai, saat ujian, dia mendapat contekan temannya yang pintar, nilai B meroket. Lingkungan memberi cap bahwa B anak pandai. Hasil belajar yang lama, sia-sia dalam waktu sekejap.
Lingkungan pendidikan, Indonesia khususnya, telah memakai nilai sebagai patokan utama. Segala sesuatu dilihat dari segi Kuantitas. Angka yang di dapat dalam waktu 1 atau 2 jam yang dipakai untuk memberi predikat seseorang. Sistem yang ada juga susah untuk dirubah. Sistem dimana hasil akhir adalah penentu segalanya tanpa melihat proses.
Inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk membenahi segala "kesemrawutan" yang ada di negeri ini.

No comments:
Post a Comment
Kalo mau Comment, di bagian (comment as), pilih (anoymous)